Friday, April 1, 2011

kesedihan untuk sahabatku

MATI SAJA...........................
aku benci semua
gak ada yang bisa aku percaya

kalian semua menusuk aku dari belakang!!!

tapi aku gak akan pernah nusuk kamu sahabatku
aku sedih, aku sakit, aku bingung, aku marah kamu begini
2 tahun penuh kita sama-sama
sedih rasanya berakhir seperti ini,

boleh aku teriakkan sahabatku? "aku diFITNAH"?
atau boleh aku mengkritikmu? " kamu terlalu emosi dan tak tau siapa yang kamu salahkan"

jadi apa harus aku kawan, oh sahabatku,
aku telah banyak menelan kepahitan, cuma kalianlah peneduh,
namun saat peneduh itu hancur kemana aku harus berlari

apa yang salah dengan sifatku
saat aku egois, aku kehilangan sahabat
saat aku mulai banyak mengerti dan mengalah
apa harus aku kehilangan lagi?
untuk kedua kalinya harus aku lepas lagi
apa ini pilihannya?
kenapa tidak ada penjelasan kepadaku,
apa salah aku? apa yang tak boleh aku lakukan? kenapa tak ada yang menegurku

oh seseorang, tolong tusuk aku sampai mati, supaya aku tak menyakiti hati siapapun
seseorang tolong ambil jantung dan hatiku bawa lari
agar aku jadi mayat hidup yang tak punya lagi nurani
beku, dan kaku
tak peduli lagi apapun

*kamu seperti saudaraku, hingga aku menumpukan bahuku agar kamu bisa bersandar, separah apapun luka, seharusnya kamu bagi. aku tak bisa melihat kamu terluka, apalagi berpikir akan menikammu saudaraku...


seharusnya ini tak terjadi

Thursday, March 31, 2011

Asa rindu yang bisu

Penat…… didalam asa yang tak tertuntaskan
Mengambang,,,,,, tanpa ada pengakhiran
Sejumput kerinduan terus mengusik,
Tak ada kata sudah atau habis untuk semua ini,
Hanya tersisa kebisuan

Dalam diam aku berharap kalian yang memulai,
Aku tidak pernah marah, hanya sedikit lelah
Dan ingin istirahat sejenak dalam hening

episode "aku dan lilin."

Sekarang ada cahaya yang menemani. Dia jingga yang melingkupi sumbu. Badan putihnya semakin mencair. Lilin dan aku saling menemani saat ini. Malamku ini sungguh gelap. Seluruh wilayah di kotaku menerima pemadaman listrik dengan hati yang terpaksa ikhlas.
Aku: bosannya aku mala mini lilin, seharusnya aku bisa mengerjakan proposal skripsiku yang sudah 2 bulan stagnasi.
Lilin masih hening, dia terus berdiri tegak, nyala itu berusaha bertahan ditengah tiupan angin malam yang masuk lewat celah-celah bawah pintu. Aku mengamati badannya yang semakin mengecil, lelehannya seperti larva di gunung merapi yogya yang terus mengalir dari mulut kawah desember 2010 lalu. Tapi aku tidak bisa menganalogikan sesuatu dari lilin sebagai “Wedus Gembel”.
Aku : bicaralah padaku lilin, aku bosan, aku tidak suka gelap begini rasanya sesak.
Jemariku mulai bergerak menekan-nekan lelehan lilin yang berwarna putih.
“berhentilah melakukan itu!”
Aku menoleh dan mencari suara dalam remang-remang disekelilingku. Aku sadar teman sekamarku sudah pamit keluar padaku sedari tadi. Oh dia meninggalkan aku dalam gelap malam. Aku sendirian, aku kesal, tapi tunggu! Itu suara siapa sebenarnya?
“kau mengajakku bicara, sekarang katakan apa maumu?”
Lagi suara itu, aku tak tau dari mana asalnya. Ia sedang mengajakku bicara. Ataukan kamu itu lilin? Aku merasakan kehangatan itu, dan menyaksikan ukiran senyum pada lilin yang kuamati sedari tadi. Sebatang lilin yang menemani dan menerani kamarku.
“Ajaklah aku bicara lilin, kini hanya tinggal kita berdua dikamar ini, aku bingung harus melakukan apa, aku tak bisa berbuat apa-apa dalam gelap tanpa ada listrik.”
“kau tau, betapa senangnya menjadi kamu, dapat berbuat apapun untukmu dan orang lain.”
“maksudmu lilin? Ceritakan lebih banyak lagi padaku, buat aku mengerti.”
Hujan menambah sedikit sentuhan malam ini, rasa dingin perlahan merambah hingga ke dalam pori-pori.
“kamu bisa bergerak sebebas yang kamu mau, atau diam sesuai keinginan hatimu, kamu bisa berekspresi seperti apapun yang kamu mau.”
Hening kembali meliputi ruangan, kudengarkan azan isya berkumandang dari meunasah yang berjarak 5 rumah dari tempat tinggalku.
“lnjutkan lagi lilin, azan sudah selesai.”
“tidakkah kau sadari apapun di dunia ini, Tuhanmu ciptakan semua penuh arti, dan kamu bagian dari arti-arti tersebut.’
“lilin aku merasa kosong, aku rapuh, rasanya aku tak bisa lakukan apapun, aku merasa mati setengah, kadang aku merasa gagal sebelum perang.”
“percayalah pada kemampuanmu, pengorbananmu takkan sia-sia. Bila ada yang belum terlaksana hari ini, Mungkin tertunda untuk hari esok.”
“apakah kamu bahagia lilin. Dengan hanya mematung dan meleleh seperti itu?”
“tentu, setidaknya aku bisa jadi terang dalam gelap hidupmu, meski sesat dan aku harus mati, kemudian wujudku hilang tak menyala lagi, asalkan hidupku ada arti, aku lakukan itu.”
Aku diam, lilin benar, hidupku banyak mengeluh, sedangkan lilin terlalu sabar menghadapi hidup. Benda matipun punya keinginan bagaimana bisa aku tidak? Aku akan menjadi lebih baik dari lilin, memberikan dunia ini cahaya dengan senyum, semangat dan tindakanku.

Sunday, March 27, 2011

ini tentang galau

siapa saja bisa menghadapi rasa galau,
anak pak tani yang punya sepetak sawah
anak seorang ustad
bahkan anak seorang petinggi negara juga bisa menghadapinya
kadang obat antidepresan tak mampu menendang-nendang alam galaumu
lalu kemana harus mengadu?

bukan mariyuana menjadi teman
bukan alkohol yang buatmu tertawa ngakak
juga tidak lebih baik rokok sebagai penghangat keadaan,
adalah jiwa ikhlas dan kesabaran yang menjadi tameng kita
pemagar hati ketika galau mampir
adalah sahabat tempat kita berbagi,
ada Tuhan yang selalu melihat luka hatimu
dan Dia dengan rahmatnya selalu mengasihi kita hamba-hamba,
lantas apa yang masih membuat kita merasa galau?
baiklah silahkan galau, tapi kau tak pernah sendiri,
semua ada disekelilingmu memberikan yang terbaik untukmu

setumpuk!!!! untuk orang yang jauh disana

hari ini usianya bertambah, aku tau itu,
tapi tak sepatah katapun ku kirim,
tidak di FB, Email, atau pun sms.
bahkan doa pun masih menyangkut dilangit-langit mulut,
tapi hati ini terlalu bergejolak hingga malam ini
belum mampu sepenuhnya aku tepiskan seraut wajah itu.
yang dulu sempat menjadi bagian indah hidupku.

bukan cuma jurang, palung, karang, gunung, samudra,
berjejer dan membentang,
tak ada yang bisa kurapkan
dan memang tak ada lagi pengharapan
aku tidak mau apa-apa lagi dari dia
hanya sedikit terkenang dia malam ini
hanya mengingat bahwa umurnya semakin singkat
dan hanya mengingat waktu-waktu yang berlalu telah membunuh hatiku untuknya
namun kenangan tetap tumbuh subur.

secuil doa
*semoga kau selalu dalam rahmat dan lindungan Allah, jadilah orang yang selalu menjadi panutan bagi penerusmu, jadilah seorang muslim sejati, penyayang keluarga, dan penjaga agama Allah.

Friday, March 25, 2011

sekilas info

ini adalah kesekian kalinya aku tertular virus kekreatifan sahabatku di SMA, Eci MOmo TuTU. mulai dari memberikan virus india, lagu-lagu india, dan beralih ke korea, boyband korea, film korea, dan hingga sekarang masih bersarang padaku oppa hyun joong dari ss501 sebagai bintang hatiku *pastinya setelah bintang the real of my life.

nah sekarang tau apa lagi yang ditularkannya? gadis manis kelahiran 2 desember 1988 itu ngepost blognya ke facebook melalui multiplynya dan aku penasaran. sok atuh,,, aku buka deh blognya, wow,,, it's amazing! karya-karyanya bertebaran di sana, dan suasana di blognya itu buat aku penasaran dan gatal untuk mencobanya. Maka dari itu aku putuskan untuk menambah koleksi blogku.
dan hasilnya....

jenjreng!!! aku punya blog lagi, dari multiply, setelah wordpressku yang g bisa dibuka lagi dengan alasan user failed alias login keliru,,,huuuuuuu,
kemudian blog ketigaku dari tumblr yang aktifnya cuma 3 bulan sekali,,, xixixixi
maka aku putuskan untuk membuat sebuah blog yang siap aku luncurkan ke publik.

so amazing bukan?

tapi aku gak akan menganak tirikan blogspot ini, karena bagaimanapun blog ini telah setia menampuh keluh kesahku selama setahun ini, walaupun aku gak rajin ngepost tulisan. Tapi setidaknya blogspot ini menjadi saksi cinta colonganku dengan bintang, ow...ow...oww..
hahahahahahahha
*aku harap bintang tidak akan pernah gatal mata dan tangan untuk membaca blogku ini.

so ini cuma sekilas info, maka aku tahan jemariku untuk mengetik lebih banyak lagi tulisan karena kalau semakin banyak ini bukan lagi sekilas info, tapi curhateeee.

soooo (ini beneran terakhir) aku pamit dulu yee,
mw menaklukkan insomnia diatas ranjang

:P

love you all

Wednesday, March 23, 2011

bintang ku

pernah aku gelisah dan memikirkan semua ini, segenap rasa yang menjelajahi relung-relung hati ini. kemudian tak juga aku dapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang semakin membumbung tinggi.
benarkah aku mencintainya?
demi seongok bayangan nyata
angin malam menusukpun tak jadi halangan,
biarlah kegelapan malam membuat ku gelisah diperjalanan,
asal seraut wajah yang lama tak menghadap dapat ku temui

beginilah senyumnya yang selalu menghantuiku
ada sambutan hangat selalu yang ku rindu
dan indahnya malam ini
langit hitampun begitu cerah
awan saling menarik perhatian
namun tetap saja bintang tak ada tandingan
dia terus bercahaya
sepertimu bintangku

tak ada yang aku sesali
saat yag aku inginkan tak bisa sepenuhnya jadi miliku
biarlah waktu terus mengalir, asalkan kamu tetap tersenyum disampingku,
aku rasa untuk sesaat tak jadi masalahku
beginilah alunan melodi hatiku
tanpa sengaja ku jatuh cinta
mungkin kamu orang yang salah
tapi rasa cinta ini tak pernah salah,

langit malam ini begitu indah
cahaya bintang satu persatu membuatku tenang dan terbuai hanyut
apa perlunya aku
apa perlunya dia
tak perduli apapun
aku cuma tau kamulah bintangku

Friday, March 4, 2011

pusing

skripsiku belum siap
siapa yang salah?
kenapa aku begitu tak bersemangat?
siapa yang salah
diakhir perjuangan aku semakin lelah
dan tak berdaya
aku hilang arah
ya seperti ini terus
terus terusan berjuang
setengah setengah memang
karena tidak ada penyemangat
dan aku lelah

dibolak balik seperti ini
siapa yang harus aku pegang
agar ku tidak linglung
oh malas, tolong tinggalkan aku sejenak
aku berantakan selama ini
dan perlu berapa lama lagi untuk lebih berantakan?
aku sudah muak begini
tapi kenapa terus betah dengan keadaan yang memuakkan begini?
oh skripsi ku
seandainya kau siap bulan 5, aku berjanji,
aku akan masak 1 minggu dirumah untuk orang tuaku
puasa 1 minggu
salat malam satu minggu
dan membersihkan rumahku selama satu minggu
dan tidak menonton tv selama 1 minggu
dan membaca buku satu minggu
bulan 5 aku berjanji
satu minggu ku korbanku
untuk mu skripsiku dibulan 5

Saturday, February 26, 2011


tidak bisa makan bersamamu, hanya untuk menjaga hatiku, agar tidak terlalu merasa bersalah dengannya. khawatir dan takut saat kamu tersinggung, karena aku mulai merasakan sayang itu.
tak bisa mengenang lagu ini atau itu untuk lagu kita, karena begitu takut akan sulit melupakanmu.
maka apa yang sebaiknya aku lakukan?
aku begitu benci begini, berada diantara kalian

FIRST JOB, FIRST SALARY

Boleh aku katakan sesuatu? Yeah, aku rindu kamu blogku,,, hahahahhaha. Ini serius lho, karena sudah beberapa lama aku gak nulis disebabkan oleh kesibukanku yang gak jelas, maklum lah aku kan pengacara (pengangguran banyak acara). Hari ini saja aku belajar menjaga stand toko ponsel GM Cell. Bisa dibilang SPG sich (tapi jauh dari kecentilan) karena tugas kami (aku, Ana, kak mai, dan kak Nova) adalah menjual barang sebanyak-banyaknya, dan mengolah kata seperti caleg-caleg saat kampanye, hahahahahaha.
Briefing pertama oleh bang Nabil, Abang leting ku di tempat kuliah. Cara pengarahan yang diberikannya cukup lumayan lah, setidaknya kami pun rileks dan gak tegang menjelang pameran. Celakanya setelah briefing pertama eh ada briefing kedua dengan direktur GM Cell langsung. Tau gak gimana orangnya? Gabuk (grasak-grusuk) setengah sangar, setengah ceramah, walaupun ada sesi motivasi yang bagi aku lebih kepada terlalu menggurui, maklum lah otakku kan mahasiswa yang gak suka didokrinisasi, atau dengar ocehan kacangan yang udah sering banget aku dengar, namun berhubung ocehannya itu adalah realisasi bisnisnya yeah, aku terima aja lah (1/2 ikhlas).
Kami di tes satu persatu, berdasarkan dari briefing pertama. Sang direktur ingin tau sejauh mana daya serap otak kami terhadap pengarahan pertama yang udah disampaikan. Buset dah udah macam ujian lisan dadakan. Malas banget sebenarnya, jadi SPG ribet amat sich. Untung kami pake profider handal, jadi conectifitasnya tinggi (seolah-olah modem). Tapi ada satu hal yang aku gak suka saat direktur ngomongin memori satu GB lah atau setengah GB (otak-red). Secara manusia kapasitasnya sama semua, ya gak boleh dong singgung menyinggung seperti itu. kan gak semua orang bakat jadi SPG, ada kalanya otak akan cepat menyerap sesuatu yang sangat kita gemari, tanpa harus bersusah payah menghapalnya, contohnya aja aku yang suka hal-hal berbau seni, gak usah disuruh bakalan cepat nyari dan belajar. Lagi pula aku cuma iseng doank jadi SPG, bukan karena bayarannya (yang tak seberapa) tetapi pengen cari pengalaman aja.
Kami dibagi menjadi 2 shift, Ana dan kak Nova shif pagi jam 10 sampe jam 4 sore, aku dan kak mai kebagian jatah shift sorenya dari jam 4 ampe jam 10 malam (saat-saat padat). kebayang kan gimana sibuk dan anehnya kalo orang baru pertama kali jadi SPG tanpa training dan hanya dibekali sekali briefing saja.
Aku gak tau gimana kondisi awal saat stand dibuka karena aku tinggal di toko hingga salat jumat menjelang. Aku berangkat ketempat pameran di Gedung AAC Dayan Dawood jam 15.30. saat itu antrian dipintu masuk luarrrrrrrrrrrrr biasa rame karena harus bayar tiket masuk, ampun dech aku kalau disuruh antri. aku pun menyelinap pelan-pelan lewat pintu samping berharap gak ada penjaga yang nangkring disana. Setengah berlari ke arah samping, aku mendapati pintunya ditenggeri oleh petugas (gak tau juga dia penjaga stand atau bukan, karena gak pake seragam). Dengan santainya sambil pasang muka datar aku langsung nanya.
“bisa masuk kan bang dari sini?”
“bisa.” gitu doang jawaban dari abang tersebut (irit banget). Tanpa banyak basa basi aku langsung masuk dan menerobos lautan manusi, bersempit-sempit males (gak ada enaknya berdesak desakan sama muka-muka pas pasan, hahahhaha).
Sampai di stand GM Cell, luar biasa rame pembelinya, aku langsung mengambil posisi yang pas deh. Tau gak hal paling berkesan saat hari pertama? aku bisa cuci mata, asli enak banget, saat bisa tebar pesona kiri kanan ama pembeli yang bening-bening, gak perlu canggung, karena memang tugas kami untuk ramah tamah dengan para pembeli, dan gak perlu takut pacar disamping mereka marah, karena gak mungkin pacarnya ampe segitu protektifnya sama orang yang jualan sekalipun. Hahahaha. Gak sampe disitu aja nikmatnya, belum lagi ada yang ganteng berlama-lama dan tebar pesona juga di stand kami. Oh M G, sabar-sabar, cobaan hidup memang sulit. Tapi inilah keuntungannya gak pacaran, gak perlu takut ada yang marah kalau mata kita sesekali jelalatan, atau sedikit tebar pesona, hidup JOMBLOWATI, Fiuh.
Dibalik itu semua ada kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan sastra saat aku dapat uang pertama kalinya yang the real hasil keringat aku sendiri alias first salary. Ohohohohoho, rasanya gak pengen beli apapun kalo uangnya didapat dengan susah payah. Rasanya pengen di laminating aja deh uangnya sebagai kenang-kenangan. Mama,,, aku dapat gaji! (sambil jingkrak-jingkrak dengan uang yang tidak seberapa). Akhirnya aku merasakan apa yang orang tuaku rasakan selama ini. Pikiran untuk belanja setelah dapat gaji buyar seketika. Ohohohohooho. Semoga ini langkah awal dari cita-cita aku untuk buka resto dan butik (daydream number…..?)


Keep spirit guys,
Love u all

banda aceh, 7 januari 2011

Friday, February 18, 2011

2 maret 2009

2 maret 2009. kenangan manis itu, oh. sekian lama sudah terlewati tapi aku masih tidak bisa lupa. saat jejak langkah kaki setapak demi setapak diayunkan menuju surau, saat segurat senyum penuh kerinduan terpancang, saat setiap pemikiran-pemikiran dilontarkan, saat jarak yang jauh membentang, dan saat itu pula aku sadar,
aku jatuh cinta kepadanya.

jangan bilang aku parah, karena jarang-jarang aku mengungkapkan perasaanku. ini sudah lama dipendam semakin berkarat dan berkarat.

dan malam ini aku jadi teringat kembali, entah itu luka yang indah, atau keindahan yang berlumur duka, aku juga tidak terlalu mengerti dengan keadaan tersebut.
entahlah, semakin lama aku semakin jauh dari peka hati. semua aku anggap sama. karena hatiku masih berlabuh padanya.