Thursday, July 21, 2011

langit merah jambu


Langit merah jambu
Bisakah kau berubah menjadi ungu malam ini?
Dan sampaikan salamku pada peri kecilku yang bermata ungu, yang senyum merekahnya selalu kurindu
Ah aku butuh cawan
Untuk menumpahkan segala amarahku
Yang lama sudah terpendam
Dan akan segera meluap
Ingin kumuntahkan semua
Bersama guratan kecewa dihati


Langit merah jambu,
Bisakah kau berganti warna menjadi kelabu
Untuk mewakilkan hatiku yang sedanh pilu
Dan katakan pada peri kecilku yang bermata ungu,
Bahwa aku selalu merindu

Kapan lagi kau datang kemari peri kecilku
Yang bermata ungu?
Kapan lagi kau selipkan sekuntum cinta
Dan sejumput benci?
Sejauh aku berpikir hanya ada kamu, peri kecilku
Aku tau kau sembunyi,
Sampai awan gelap, dan langit berganti warna sesuai warnam.

Saturday, July 9, 2011

ingin amnesia

mungkin aku salah
meminta kepada Tuhan, untuk merasakan jatuh cinta lagi
seperti apa saja yang penting cinta
tapi aku lupa bahwa aku harus punya penawar untuk patah hati

apakah seperti ini rasanya tertawa dalam tangis
kebahagiaan berlalu bersama sedih
saat ada asa membumbung tinggi
tapi harus jatuh terhempas ke bumi realita
yang berpikir praktis, tapi menzalimi hati

beginikah logika yang merobek setiap jengkal kenangan
ketika semua harus pupus
tanpa ada bantuan kesempatan

baiknya aku lupa ingatan,
amnesia sesaat
agar langkahku tak tersendat
dan hatiku menjadi lega adanya
meski duri-duri kenyataan menusuk dan mencerminkan lewat kaca kaca buram
betapa aku benar menyemaikan dia di hatiku

biarkan aku lupa. meski sesaat
siapa aku dan apa yang aku mw
agar semua cerminan bayangmu, hancur dan bergerak menjauh seperti angin sore,

pisah? seandainya tidak.

bodoh,
bodoh, bodoh!
ingin kuteriakkan ini didepanmu
dengan segala pemikiran dangkal mu tentang kita sekarang

entahlah esok hari seperti apa
wktu yang tak bisa dihidari, tapi dijalani
maka laluilah seperti biasa, seperti apa adanya ingin kau lalui

laluilah dengan bahagia,
agar kenangan yang bersisa nanti juga bahagia

entahlah, jangan tanya kepadaku seperti apa rasanya saat semua terburai
karena aku tak pernah inginkan itu,
kadang aku lebih baik memilih tidak mw tau
dan jalani saja
sampai waktu menjawab semua
seperti apa seharusnya kaki melangkah

katakan pada burung yang terbang
kalau aku tak perduli mengingat ini
sampaikan kepada langit,
aku keterlaluan tak menghiraukan kecemasanmu
tapi ingin ku katakan padamu,
bahwa kita semua akan selalu baik-baik saja
setiap kita ada pertalian kasat mata.
dan itu takkan putus begitu saja

semua memang ada awal dan ada akhir
dan ada kenangan untuk diingat,
maka, sekalipun ada pengakhiran
tinggalkanlah kenangan yang indah
sebagai penyejuk jiwa.

Sunday, July 3, 2011

satu kekuatan

ini namanya merdeka
ketika semua rasa terbebaskan
ah,,,,,,,
selama ini banyak kata mewakilkan perasaanku
tentang aku yang suka kamu
tentang sunyi aku tanpa mu
dan tentang kegilaanku merindukanmu

berani, 
mungkin itu yang sesungguhnya aku lakukan dari dulu
agar batinku tidak terlalu menyiksa karena mencintamu
rela
agar aku tidak kecewa
dan menunggu, 
jika memang aku sanggup
karena hanya hal-hal seperti itulah yang masih mungkin aku lakukan

maka ku lepas hatiku lewat lorong sesunyi ini
agar kau bisa kembali padaku
dan bawa kembali hati itu
atau berlalu pergi dan menyimpan hatiku
untuk menjadi kenanga
dan ikhlas dihati inilah menjadi satu kesatuan
bagi kekuatan hatiku
untuk menjalani sisa-sisa waktu ini
meski harus tanpamu

dedicated to my lucky "star". my prince sky.


Saturday, July 2, 2011

persimpangan



Disimpang itu kita bertemu, kau memegang sebuket rose merah menyala
 Bunga kesukaanku
Senyummu merekah
Indahnya
Aku terhipnotis sejenak



Kita sama-sama melangkah menyeberangi jalan
Yah kita berseberangan
Kau melambaikan tangan
Aku juga begitu
Lama sudah tak bertemu




Semakin mendekat
Ku semakin terpesona
Ku semakin kaku
Ku terpaku di zebra cross itu
Ahhhhhh
Senyummu dan pandangan matamu
Aku tak kuasa

Kau terus melaju mendekati ku
Yap, kita hampir bertemu
Detak jantungku tak menentu,
Ayo! teruslah melangkah, aku tak kuat lagi menahan rindu
Ingin rasanya ku berlari duluan mendekatimu
Namun langkah ku tertahan, berat.

Hanya beberapa jengkal tubuh kita terpisah
Kau melempar senyum terindahmu
Dan tepat kena di jantung hatiku
Aaaah, tiba-tiba musim semi dihatiku

Kau mengangkat buket rose itu
Dan memberikannya
Tunggu!!!
Aku disini
Kenapa bunga itu bukan untukku?
Kemana arah pemberianmu?

Aku menoleh,
Pacarmu tepat berada dibelakangku
Ah, aku lupa, sudah 3 tahun kita tak bertemu
Kau mungkin lupa padaku
Tak  ingat lagi wajah bahkan suaraku
Atau
Aku yang selalu merindukanmu
Hingga setiap orang yang melintasi ku
Ku anggap itu kamu
Maka salahkan imajinasi liar ini
Yang tak habis menghayalkan kamu disetiap waktu
Sampai bertemu lagi
Di 3 tahun berikutnya

Aku menunggumu dengan sebuket rose merah merekah,
Dipersimpangan jalan itu.
Untukku, hanya untukku.

dedicated to my lucky "Star"
 neomu chuae

Saturday, June 4, 2011

Satu kata banyak sajak

 
Satu  kata dalam banyak sajak penuh rindu
Aku butuh kamu dalam diam semu
Seperti ini aku mengadu pilu
Hanya pada Tuhan Yang Maha Tahu
Kumerindu

Diam semu redam amarahku
Tapi biasnya masih bersisa di relung-relung jantung
Hawanya panas membakar hati
Ketika aku masih dilanda api
Begitulah ilusiku ketika melihat tawa candamu
Bersamanya, renyahnya gelak tawa kekasihmu
Aku cemburu

Pilu aku seperti tulangku remuk
Dan nyeri ini seperti tak bisa diabai
Tak ada penopang lagi untukku bersandar
Saat senyummu tak bisa lagi menjelajahi hari-hariku
Aku kehilanganmu

Rendamlah aku dalam bekunya es dikutub itu
Tapi jiwaku masih membara mengingatmu
Usilnya jiwaku masih saja tak mau tau
Meski kamu sudah ada pemilik
Aku tak perduli
Begitulah butanya aku dan cintaku untukmu
Seperti apa aku ini, yang menggila menahan rasa
Maka sejenak izinkan aku ungkap satu kata sajak mewakilkan semua
Ailoveyou.

Friday, June 3, 2011

Teman, kalian berlianku part 1

Banyak  waktu yang sudah terlewatkan teman. Hari-hari kadang gak terasa kalau ada kalian. Maunya duduk nangkring di warung orang. Begosip artis ampe ngomongin diri sendiri gak ada ujung. Terkadang gak sadar kalau magrib udah berkumandang, kita berkejar-kejaran dengan azan di jalan pulang kerumah. Yah teman, yah sahabat, selalu  kalian menemaniku, dan hariku.
Asalkan kalian tau, begitu berharganya kalian, begitu besar peran kalian dalam mengatur moodku disetiap waktu. kadang aku senang bisa tertawa ngakak mendengar guyonan kalian menghina orang-orang disekeliling kita, kadang aku berubah suntuk saat bahan guyonannya berbelok kepadaku, yap, siapa saja bakalan merasakan suntuk saat diri sendiri kena giliran dihina, tapi aku tau itu hanya sebatas guyonan.
Aku tau kadang aku memang PEMAKSA, memaksa kalian kesana kemari. Ngumpul disana- dan disini, makan disana dan disini sampe perut mual gak ketulungan, kadang-kadang kalian nombok, kadang-kadang aku yang nombok ampe dompet bolong, tapi aku bahagia teman…..Hujan-hujanan ampe panas-panasan kalian rela. Nangkring di rumah sakit Cuma buat  temenin aku cek darah, dan saat aku positif kenak DBD eh sempat-sempatnya kita muter-muter setui Nyari nasi uduk walaupun akhirnya berlabuh di wong solo.
Aku terharu dengan black forest yang kalian buat, coklatnya tebal, dan aku suka sekali. Deg-degan buka hadiah dari kalian dengan bungkusan batik, KURANG ASAM!!! kotaknya underwear cowok merek HINZ, tapi isinya lucu, Bernard bear bego (huauahahahaha) sekali lagi aku terharu. Kemudian mobil merah menyusul dan tazmania yang lidahnya selalu terjulur akhirnya nangkring dikamarku. Akhirnya aku seperti anak-anak cewek pada umumnya, punya boneka ditempat tidur, walaupun bonekanya pada gak jelas semua. Penyambutan Usia 22 tahun yang begitu berkesan, muacccch sekali buat kalian semua. (mual diujung)
Ingatkah kalian? Dulu kita pernah bela-belain hujan-hujanan demi makan hati+ ampela seharga 7000 + nasi juga di d’Sambal? harga yang sungguh fantastis bagi kita anak kos, ahahahahhahaha. Dan aku juga masih ingat kita maen taruhan teman, dosen gak masuk, kamu beliin aku ice cream, dan ternyata aku menang, dan aku merampas uangmu sebanyak 12 ribu dengan benar-benar penuh paksa dan aku senang melakukan itu, karena biasanya aku yang sering di bully, ini fakta.
Aku senang saat kita jogging di blang padang, begosip segalam macam hal, muter-muter kota malam hari sebelum kamu punya pacar di medan, kita abisin malam duduk di taman sari sebelum aku pulang kampung. jadi modelnya liza, dan lupa ambil fotonya di Studio ampe kadaluarsa, padahal kita udah tebus setengah. Kita punya hobi yang nyaris serupa, makan bakso, mie, bakso, dan mie lagi. Kalo lagi ada duit kita kadang kalap belanja di pasar aceh.
Aku juga masih ingat saat baru-baru kita dekat, bawaannya pengen ngumpul selalu sama adun kita yang punya keahlian ngelawak! KIA…KIA…KIA…., kita ikut organisasi sama-sama, pergi ke sana ke mari sama-sama, pernah jatuh cinta di tempat yang sama, menangis sama-sama saat patah hati, dan kamu selalu tau bagaimana isi hatiku tanpa perlu aku cerita. Kamu selalu jadi penyemangatku, selalu membela aku, selalu menjagaku, kadang merepet juga gak kalah seringnya, ahhhh You are my soulmate, really.
Dan aku senang, kamu paling mengerti aku, aku sakit, kamu bawain obat,  buah, pop mie (padahal orang mag gak bisa makan mi). saat aku sedih, kamu nelpon berjam-jam dan aku bisa tertawa lagi karenamu. Kamu memang abangku the best best best, bables bables kata jarjit. Setiap ke studio dan kamu latihan aku senang bisa ikut nangkring, aku selalu suka dentuman drumnya, aku selalu suka liyat kamu maen kayak orang kalap. masa bodoh kamu ceramahin aku seperti papa yang katanya perempuan gak boleh nyanyi. Toh aku Cuma nyalurin hobi koar-koar di studio gak ikut festifal atau ngeband di jalan kok (tp ngamen di SP 5 pernah loch, ahahahaha). Kamu super duper lucu, KIA KIA KIA,,, begitulah gaya mu  ngelawak dimana aja kapan aja sambil puter-puterin kaki kucing bu Onie pas didepan ruang pak dekan (kalau bu oni tau, abesss kitaaaaa)
Aku selalu senang dibagian kita belanja ayam teman, pas disaat kamu mau nenteng-nenteng bungkusan ayam dengan muka gak ikhlas, dan aku menikmatinya, wkwkwkwk. Kemudian kita kerumahmu (rumah om mu tepatnya), ngotorin dapurmu, ngeliat kamu masak (sambal doank), berbagi cerita, dan kamu hipnotis aku teman hingga aku secara gak sadar cerita masalah cintaku, padahal aku kan orangnya tertutup (gaya sok imoet).
Aku senang saat aku bisa menginvasi rumahmu, begitu kamu update status di facebook kan? Padahal kami ikhlas datang bertamu teman. Wkwkwkw, kita nonton pelem korea, kamu pun mulai menangis, dan kita menggantinya ke pelem Ghajini, aku tau kamu suka kan pemeran ceweknya si KALPANA? aku suka pemeran cowoknya karena mirip abang BAtek. Dan kita makan mie buatanmu, aaaahhh BASHITA, meskipun asin di ujung, aku senang makan makanan buatan tanganmu. (kita hampir aja mati gara-gara mienya kadaluarsa).
Aku senang saat kita sharing lagu, saat kamu cerita masalahmu, saat kamu sedih, patah hati, jatuh cinta, marah, dan lainya teman. Karena aku merasa kamu percaya padaku, dan itu buatku bahagia. Meskipun aku gak bisa cerita balik ke kamu semua tentang aku, toch kamu tetap tau aku kan, aku kadang kesal, kamu selalu tau  kartu As aku, tau tanpa harus aku beritahu, tapi aku sadar, betapa besar kepedulianmu teman dan aku terharu selalu.
Aku juga masih ingat teman, kamu bersedia bonceng aku waktu kita ke laut, dan ketika aku lapar, aku pesan ke kamu kita berhenti di warung kopi. Tapi hingga ke laut kamu gak berhenti, jujur aku kesal mati, tapi muka sok innocent kamu buat aku mual dan menahan untuk repetin kamu, aku akan selalu ingat teman, ketika kita jagain barang di laut waktu itu, sudah lama memang, asli, kita seperti orang marahan, berdua dipondok duduk berjauhan, kamu gak ngomong, dan otakkupun hampir patah gara-gara mikir aku harus ngomong apa ya biar gak kacang, yah bersamamu teman kita sama-sama jual kacang. Dan aku akan selalu mengingat, kalau aku punya kawan teman seperti kamu , (gila!!! Bawaanya diaaaaaaaaam ajaaaaaaaa).
Dan bagian ini aku terharu saat aku lasak-lasaknya naik turun gunung, kita pergi ke kutamalaka, saat turun ke air terjun aku punya semangka (semangat 45 kakak!) pas pulang, tenagaku terkuras, dan kau bagaikan super hero, menarik tanganku dan membantuku naik hingga ke atas bukit, napasku tersengal-sengal mampus, kakiku hampir putus, aku hampir menyerah dan berencana buat kemah disitu, tapi kamu tetap menarik tanganku (sejenak aku merasa seperti lembu). Sampai ke atas kamu bilang napasku seperti orang abis siap diperkosa,,, kamu ngomong gak pakek rem teman, teman-teman lain dengar dan mereka ketawa ngakak, ah biarin aja yang penting aku selamat, gak jadi buat kemah didalam hutan sana. :P .
Dan aku terharu dengan kaset Bad guy itu, kamu tau teman? Sejak kamu berikan kaset itu sampai sekarang gak pernah aku tonton, segitu berharganya pemberianmu aku simpan rapat2 supaya gak ada yang pinjam. Aku senang saat kamu rela begadang ampe pagi Cuma demi temenin aku jogging. Aku terharu saat kamu panjat pohon mangga dengan badanmu Cuma segedek lidi. Saat kita duduk di tempat 50 juta, saat beli gorengan tahu pidie.
Dan saat kamu ajarin aku gitar tanpa kenal lelah, nungguin aku Rajang mangga, dan selalu buat lawak di sms sampe tengah malam kalo aku lagi sakit supaya aku gak terus-terusan sedih. sanggup mendengar repetan malamku di YM. Rela aku seret kesana kemari nyari makanan, sampe telat jemput pacar, dan rela nemenin nonton pelem documenter tentang poligami yang buatmu mungkin sangat membosankan, tapi kamu gak pernah ngeluh apapun padaku, malah tetap tersenyum. maafkan aku yang rada kejam ini..  Ntar aku beliin donat, ahahahahha.
Aku senang setiap malam kita bisa saling curhat, kadang ngirim-ngirim lirik kayak orang gila, kamu selalu setia mendengarkan repetanku di YM, kadang pake bahasa mama (English), bahasa papa (aceh), dan bahasa negara tetangga (Indonesia). Kamu selalu bergelendot kepadaku, tapi aku senang, kita pergi melalak tiap abis salat jumat, ampe makan nasi goreng pataya bedua doank (sometimes we looks romantic, akakakakakaka), kamulah teman didunia maya dan dunia nyata yang paling eksis.
Ahhh, kalian tau aku suka ikut diskusi, ikut seminar, bedah buku, training motivasi sana-sini, ikut latihan jurnalistik, kepemimpinan, nonton theater, drama musical, musikalisasi puisi, music etnik, pokoknya yang bagi kalian membosankan tapi bagi aku seru. Dan kalian buat aku terharu saat mau menemaniku nonton theater malam-malam, meski aku tau kalian udah setengah mampus kebosanan, tapi aku menikmatinya, menikmati theaternya dan menikmati ekspresi bodoh kalian, dan pulangnya aku harus nginap di rumah orang setelah setengah jam nangkring di garasi kos yang udah terkunci rapat, dan sekali lagi aku bahagiaaaa.
Banyak sekali cerita kalian yang tak bisa ditulis satu persatu. Kebersamaan kita begitu berarti. Ah seandainya kalian tau begitu bahagianya aku punya kalian, seperti diberikan berlian segunung, masih kalian paling berarti (tapi kalo ada berlian aku mau jugak, wkwkwkwkw). Terimakasih Ya Rabb, engkau telah menghadiahkan mereka semua kepadaku.
Tunggu cerita-cerita seru lainnya yaaaaw

bintang ku part 2

seperti angin yang berhembus, seperti itulah aku menghembuskan kisahku.
perlahan seperti angin kisah ini memang seharusnya berlalu.
meski ketidakikhlasan mengerubungi pikiran dan hati, aku telah dihadapkan pada realita, dia tidak bisa untuk dinanti, atau untuk dimiliki.

berlalu bagai angin, begitulah kisahku,
mereka perlahan mencium
dan entah dia menciumnya atau tidak, aku tak pernah tau,,,,
aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, maka ku lupakanmu dalam diam

maafkanlah hati yang tak berkemudi ini, yang tak bisa dibalikkan setirnya
saat aku tau cinta ini salah, tak jua aku memutar arah
maka kubiarkan saja, sampai juga pada titik ini dimana aku harus mengalah pada takdir

aku juga punya perasaan yang tak bisa merebut seseorang begitu dalam, hanya sampai pada taraf ini kemampuanku
dan hanya sampai disini keberanianku mencintaimu
aku takut  semakin sakit, maka aku mengalah
aku takut akan banyak yang terluka, maka aku mundur,
dan kutitip salam lewat langit untukmu, bintang yang selalu bersinar dihati.
tolong pandangi selalu bintang untukku
walau hanya sampai disini  cintaku bersemi.
tapi tak pernah terhapus.

Friday, May 20, 2011

love psycho part 3

ini seperti kegilaan yang silih berganti
dan luka yang masih berada tepat di tempat yang sama

disebut apa ini? jika setiap memandangnya ada kegelisahan mendalam
disebut apa ini? ketika melihat senyumnya ada sesak yang menggantung
disebut apa ini? setiap berada dalam radius yang dekat, jantungku berpacu cepat
disebut apa ini? serasa pembuluh darah ingin pecah, serasa ingin muntah darah, serasa pitam
ketika sorotan itu terlanjur masuk dan menusuk kedalam ini, ke hati.


begitulah aku setiap memandangnya
setiap mendengar desah nafasnya, kadang-kadang dan begitulah deretan kegilaan yang tercipta dalam setiap pertemuan.
entahlah sampai kapan harus seperti ini, kadang ini kondisi yang tidak adil ketika hati terpaut oleh sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain, yah, tak ingin menjadi duri dalam daging, maka kubiarkan saja dia bahagia dengan pilihan sementaranya. dan kunikmati saja setiap waktu-waktu yang semakin menipis untuk berada disampingnya. aku tidak bisa membalikkan takdir, maka bila memang dia untukku aku akan tetap kan hatiku,

ini mungkin tak adil, buatku yang merasakan segala kegilaan ini, kegilaan yang hadir kembali
karena seharusnya ini tak boleh terjadi.
tak boleh ada cinta diantara kita.
namun aku tidak bisa melawan takdir dan tidak bisa membelokkan takdir,
maka cukup jadi rahasiaku saja,

Thursday, April 21, 2011

menjelang tidur 2

salam malam
selimut hatiku mulai terkibas
ada apa ini
bukan saat yang tepat untuk begini
selamat malam.
aku ingin tidur sekarang


kamar sempit diprada, Banda Aceh 1 september 2011

Wednesday, April 20, 2011

bicara pada bintang

sebenarnya lupa-lupa ingat sama lagu yang satu ini. pernah dibawain sama rosa sekitar tahun 2005 di albumnya yang berjudul kembali.
sebenarnya hanya sekedar mengingat sesaat, tiba2 terlintas untuk ngeposting nya di blog,

Tiga waktu berlalu,
rentang hatiku menyayat
wajah kasih yang lalu,
hadir dalam tidur
malamku penuh mimpi,
pertemuan tak terjamah
sinar diujung sana, menerangimu

pernah ku berkata, bila ku merindu
bicara saja, bintang kan mendengar
maka kau, kan merasakannya
aku tau diri, semua takkan mungkin
biarkan saja, semua jadi kenangan yang mungkin
takkan terlupa sampai ku menua biar saja

Saturday, April 16, 2011

segurat emosi

mungkin mama benar, aku tidak cocok menjadi psikiater, walaupun sebagian besar teman selalu berpikir berbeda dengan mama karena penampilan luarku yang tenang dan senang memberikan nasehat dan ceramah panjang lebar kepada yang membutuhkan, bahkan terkesan sangat mengayomi(itu semua kata teman-teman loh). mama tau aku luar dalam, yang mempunyai emosi meledak-ledak dan mudah marah jika punya masalah berlarut tanpa ada penyelesaian  meskipun aku sering menjadi tempat berkeluh kesah para temanku. 
akhir-akhir ini terasa perubahan dari tingkat emosiku, yang berfluktuasi sangat cepat. aku mudah meledak, mudah jenuh, mudah marah hingga kadang merasa ingin menelan orang yang sering membuatku marah itu hidup-hidup. tak semua teman-temanku menyadarinya, karena aku jarang mengungkapkan apa yang aku rasakan secara terang-terangan. ternyata itu benar adanya sangat menyiksa, aku terlalu diam selama ini, terlalu memendam banyak hal, masalah keluarga, masalah kuliah, masalah pertemanan. oh blog ku tercinta, mungkin malam ini ingin aku suarakan beberapa hal yang aku rasakan secara spontan tanpa perlu mendalami kaidah penulisan yang baik dan benar menurut bla bla bla bla bla
apa yang aku rasakan akhir-akhir ini adalah bingung, dengan keadaan yang balur tak menentu, tidak ada kata jelas tentang masalah yang terjadi antara pertemanan , aku bisu bagai patung, aku tertawa dengan lelucon gila meskipun ada hati yang luka, karena aku tak tau, karena aku  tak pernah diberi tau, maka aku pun pura- pura tak tau.
akhirnya karena aku masih punya hati dan nurani, aku cari tau, tapi tak dijelaskan apapun, malah pura-pura tidak tau. baik aku terima, makanya aku diam, karena aku lelah harus main kucing-kucingan.
aku benci kebohongan, aku benci ketidak jujuran, aku benci tawa palsu, aku juga benci tulus-tulus yang dipaksakan.
beginilah saat kedewasaan belum benar menjamah sampai ke otak terdalam, kita akan mudah merengek jika ada masalah, lari dari masalah, saling menyalahkan, diam, diam, tanpa ada penyelesaian,
tapi tunggu, aku diam bukan karena aku ingin lari, tapi karena aku sudah lelah untuk mengerti tapi tak ada yang butuh untuk aku mengerti, 
maka jangan salahkan aku menjadi sangat acuh begini
dan ingatlah kawan, kapanpun kalian butuh aku, aku tetap ada buat kalian, meskipun sekesal apapun hati ini pernah dibuat, seemosi apapun aku pernah larut, tapi aku tak akan melupakan teman.


beginilah 30 % dari suara hatiku yang baru bisa aku ungkapkan, semoga dilain kesempatan aku bisa mengungkapkan emosi lebih mendalam